Dalam dunia hacker atau underground orang-orang yang menjadi hacker biasanya akan melalui tahapan-tahapan.
Tahapan-tahapan tersebut adalah:
Mundane Person (tingkatan paling bawah).
Seseorang pada tingkatan ini pada dasarnya tidak tahu sama sekali
tentang hacker dan cara-caranya, walaupun ia mungkin memiliki komputer
sendiri dan akses Internet. Ia hanya tahu bahwa yang namanya hacker itu
membobol sistem komputer dan melakukan hal-hal yang negatif (tindak
kejahatan).
Lamer
Seseorang pada tingkatan ini masih dibingungkan oleh seluk beluk
hacking karena ia berpikir bahwa melakukan hacking sama seperti
cara-cara warez (dalam dunia underground berarti menggandakan perangkat
lunak secara ilegal). Pengetahuannya tentang hal-hal seperti itu masih
minim, tapi sudah mencoba belajar. Seseorang pada tingkatan ini sudah
bisa mengirimkan trojan (yang dibuat orang lain) ke atau pada komputer
orang lain ketika melakukan obrolan pada IRC atau ICQ dan menghapus
file-file mereka. Padahal ia sendiri tidak tahu persis bagaimana trojan
bekerja. Seseorang yang sukses menjadi hacker biasanya bisa melalui
tahapan ini dengan cepat bahkan melompatinya.
Wannabe
Pada tingkatan ini seseorang sudah mengetahui bahwa melakukan tindakan
hack itu lebih dari sekedar menerobos masuk ke komputer orang lain. Ia
lebih menganggap hal tersebut sebagai sebuah filsafat atau way of life.
Akhirnya ia jadi ingin tahu lebih banyak lagi. Ia mulai mencari,
membaca dan mempelajari tentang metode-metode hacking dari berbagai
sumber.
Larva
Dikenal dengan sebutan newbie. Pada tingkatan ini ia sudah memiliki
dasar-dasar teknik hacking. Ia akan mencoba menerobos masuk ke sistem
orang lain hanya untuk mencoba apa yang sudah ia pelajari. Meskipun
demikian, pada tingkatan ini ia mengerti bahwa ketika melakukan hacking
ia tidak harus merusak sistem atau menghapus apa saja jika hal itu
tidak diperlukan untuk menutupi jejaknya.
Hacker
Sebenarnya sulit untuk mengatakan tingkatan akhir atau final dari
hacker telah tercapai, karena selalu saja ada sesuatu yang baru untuk
dipelajari atau ditemukan (mengumpulkan informasi dan mempelajarinya
dengan cermat merupakan dasar-dasar yang sama bagi seorang hacker) dan
hal tersebut juga tergantung perasaan (feeling). Meskipun demikian,
menjadi seorang hacker memang lebih menjurus pada hal pemikiran. Hacker
dengan Keahlian khusus Seorang hacker dapat mencapai pengalaman dan
keahlian pada bidang-bidang tertentu seperti sistem operasi atau sebuah
Aplikasi.
Dalam hal ini ada dua tingkatan, yaitu: (1) Wizard; Istilah ini
diberikan pada seseorang yang telah memiliki pengetahuan luas
dibidangnya. Kemampuannya tersebut tidak diragukan lagi. (2) Guru;
Istilah ini digunakan pada seseorang yang mengetahui semua hal pada
bidangnya, bahkan yang tidak terdokumentasi. Ia mengembangkan trik-trik
tersendiri melampaui batasan yang diperlukan. Kalau bidangnya
berkaitan dengan aplikasi, ia tahu lebih banyak daripada pembuat
aplikasi tersebut. Karakter hacker yang bersifat merusak, yaitu: (1)
Dark-side Hacker Istilah ini diperoleh dari film Star Wars-nya George
Lucas. Seorang Dark-side hacker sama seperti Darth Vader (tokoh dalam
film Star Wars) yang tertarik dengan kekuatan kegelapan. Hal ini tidak
ada hubungannya dengan masalah “baik” atau “jahat” tapi lebih kepada
masalah “sah (sesuai hukum yang berlaku)” dan “kekacauan”. Seorang
Dark-side hacker punya kemampuan yang sama dengan semua hacker, tapi
“sisi gelap” dari pikirannya membuat ia menjadi unsur berbahaya untuk
semua komunitas. (2) Malicious Hacker; Istilah untuk menyebut seseorang
yang merusak sistem orang lain untuk sekedar iseng (tidak merasa
bersalah) tanpa memperoleh apa pun dari tindakannya tersebut.
Semoga bermanfaat dan menjadi motivasi dalam menjadi hacker sesungguhnya \m/